Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi meminta dukungan dari Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan terkait penyakit saluran cerna di wilayah tersebut. Permintaan ini disampaikan dalam kegiatan PGI Outreach 3 yang berlangsung di Kota Gorontalo, Sabtu (11/7/2026).

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Provinsi Gorontalo, Masran Rauf, yang hadir mewakili Gubernur Gusnar Ismail, menekankan bahwa sektor gastroenterologi dan hepatologi di daerah masih memerlukan intervensi serius. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan prosedur medis seperti endoskopi terus meningkat seiring dengan tingginya prevalensi gangguan sistem pencernaan.

Saat ini, kendala utama dalam pelayanan kesehatan di Gorontalo adalah ketimpangan antara ketersediaan alat medis dan tenaga ahli. Meski RSUD Dunda Limboto telah memiliki perangkat endoskopi, optimalisasi alat tersebut belum maksimal lantaran ketiadaan dokter spesialis Gastroenterohepatologi yang bertugas menetap. Kondisi ini memaksa pemerintah untuk merujuk pasien ke luar daerah, yang berimplikasi pada beban biaya dan waktu bagi warga.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengharapkan kolaborasi konkret dengan PB PGI, mulai dari pendampingan rumah sakit, pelatihan kompetensi medis, hingga akselerasi pengadaan tenaga spesialis. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian layanan kesehatan di daerah sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis yang komprehensif.