Rencana pembangunan kawasan pusat olahraga nasional di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, diproyeksikan akan membuka jaringan infrastruktur transportasi baru. Pemerintah pusat tengah merancang akses jalan utama berupa boulevard sepanjang delapan kilometer yang terkoneksi langsung dengan jaringan Tol Lingkar Bogor guna mempermudah aksesibilitas di wilayah Bogor Barat.

Langkah ini diambil mengingat akses jalan lingkungan yang ada saat ini masih tergolong sempit dan tidak memadai untuk dilintasi kendaraan bertubuh besar seperti bus maupun truk logistik. Keberadaan jalan baru tersebut diharapkan dapat menyokong mobilitas menuju kawasan yang nantinya menjadi lokasi Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa proyek strategis nasional ini sejalan dengan rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas wilayah. Trase jalan baru ini nantinya akan terintegrasi dengan rencana pembangunan jalan Rancabungur-Leuwiliang yang menghubungkan kawasan Leuwiliang hingga Kemang, berdekatan dengan jalur Bojonggede-Kemang (Bomang).

Terkait pembebasan lahan untuk perpanjangan Tol Lingkar Bogor menuju Dramaga, Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan bahwa kewenangan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Di sisi lain, untuk mempercepat mobilisasi awal proyek, Pemkab Bogor mengusulkan pembukaan jalur alternatif dari arah BSD-Serpong melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Kawasan olahraga terpadu ini direncanakan menempati lahan seluas 500 hektare, dari total kawasan pengembangan 750 hektare yang juga mencakup fasilitas Kementerian Pertahanan di Rancabungur dan Rumpin. Kementerian Pemuda dan Olahraga memperkirakan proyek senilai Rp5 triliun ini akan memulai konstruksi fisik pada 2027 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal 2029 untuk memfasilitasi sekolah atlet serta sarana latihan 21 cabang olahraga unggulan.