Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) secara resmi meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait adanya aksi penggalangan dana atau donasi publik untuk memberangkatkan atlet tunarungu ke ajang olahraga internasional. Sebagai wadah resmi pembinaan atlet tunarungu di tanah air, organisasi ini menegaskan tidak mengetahui ataupun terlibat dalam inisiatif penggalangan dana tersebut.
Pihak PATRIN menjelaskan bahwa mekanisme keikutsertaan para atlet tunarungu dalam kompetisi mancanegara selama ini selalu menggunakan jalur resmi. Pengiriman kontingen didasarkan pada koordinasi dan dukungan penuh dari Komite Paralimpik Nasional (NPCI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, bukan melalui sumbangan masyarakat umum.
Untuk menindaklanjuti kesimpangsiuran ini, PATRIN berkomitmen untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. Langkah komunikasi ini diambil guna memastikan transparansi dan mencari kejelasan mengenai bagaimana sejumlah atlet dapat dikirim ke luar negeri tanpa adanya pemberitahuan atau koordinasi resmi dengan wadah organisasi nasional, NPCI, maupun kementerian terkait.
Di sisi lain, PATRIN menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenpora RI atas perhatian dan sokongan berkelanjutan bagi pembinaan atlet disabilitas rungu. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan transparan demi masa depan serta kelangsungan prestasi para atlet di kancah global.