Tim Medis Darurat atau Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, yang telah mengantongi sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bergerak cepat ke wilayah Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores pada pertengahan Agustus 2026 lalu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan esensial yang memadai.

Dalam aksi kemanusiaan di bawah Program Indonesia Siaga dan didukung penuh oleh Lazismu, EMT Muhammadiyah mendirikan Rumah Sakit (RS) Lapangan di Desa Lamba Leda Utara pada Rabu (26/8/2026). Fasilitas medis darurat ini difungsikan sebagai pilar penopang layanan kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat pascabencana.

Ketua EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, menegaskan bahwa kehadiran tim medis ini bertujuan untuk memperkuat, bukan menggantikan, sistem kesehatan yang sudah ada di tingkat lokal. Menurutnya, koordinasi yang terintegrasi dan kemandirian operasional menjadi kunci utama dalam memberikan perawatan berkualitas bagi para penyintas.

Ia menambahkan bahwa RS Lapangan ini tidak diproyeksikan untuk menggeser peran puskesmas setempat, melainkan untuk menjaga agar fasilitas kesehatan lokal tersebut dapat terus beroperasi secara optimal di tengah keterbatasan pascagempa. Penugasan ini juga menjadi bukti nyata adaptasi standar penanganan darurat global ke dalam konteks kebutuhan riil masyarakat lokal.

Urgensi kehadiran tim medis ini diperkuat oleh data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 28 Agustus 2026 yang mencatat kerusakan pada 118 fasilitas kesehatan di NTT. Selain itu, tercatat ada 1.674 warga yang dilaporkan mengalami luka-luka maupun terserang penyakit akibat dampak bencana tersebut.

Misi kemanusiaan ini direncanakan berlangsung setidaknya selama 30 hari selama masa tanggap darurat. Guna menjaga keberlangsungan layanan, dikerahkan dua tim giliran kerja (roster list) yang masing-masing beranggotakan 25 personel, mulai dari dokter, perawat, bidan, apoteker, psikolog, petugas keamanan, hingga tenaga logistik.