Cilegon - Langkah strategis konsolidasi BUMN logistik resmi bergulir dengan meleburnya PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) per akhir Juni 2026. Menanggapi restrukturisasi ini, induk usaha PT KJL, yakni PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), memastikan hubungan bisnis dan peluang kerja sama dengan entitas baru hasil penggabungan tersebut tetap terbuka lebar demi memperkuat ekosistem logistik nasional.

Asisten Direktur Commercial and Business Development PT KBS, Hanif Wijaya, menegaskan bahwa seluruh kontrak kerja sama yang sebelumnya dijalin dengan PT KJL akan tetap dilanjutkan di bawah payung PT MTI. Langkah integrasi ini dirancang bukan untuk membatasi ruang gerak, melainkan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional dan global, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam skema merger ini, PT MTI bertindak sebagai entitas yang bertahan (surviving entity). Dampaknya, PT KJL secara hukum melebur sepenuhnya dan seluruh aset serta liabilitasnya dialihkan ke PT MTI. Sebagai kompensasi atas pengalihan aset KJL yang bernilai sekitar Rp233,48 miliar, PT KBS kini mengantongi kepemilikan saham minoritas sekitar 9 persen di PT MTI. Sementara itu, mayoritas saham PT MTI dikuasai oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva dengan porsi sekitar 74 persen.

Hanif menerangkan, penggabungan tujuh anak usaha BUMN logistik ini merupakan bagian dari mandat pemerintah dalam rangka pembentukan PT Danantara Aset Management (DAM) tahun 2026. Fokus utama dari kebijakan ini adalah restrukturisasi organisasi agar lebih ramping, mengurangi tumpang tindih manajemen, dan mengoptimalkan daya saing layanan demi kepuasan pengguna jasa.

Terkait aspek ketenagakerjaan, seluruh karyawan PT KJL telah dialihkan secara administratif ke PT MTI tanpa mengurangi hak-hak normatif mereka. Adapun jajaran direksi lama PT KJL dipastikan kembali ke induk usaha untuk mengemban tugas baru. KBS berharap sinergi yang lebih luas ini mampu mendongkrak valuasi investasi dan memperkokoh posisi tawar korporasi di industri logistik nasional.