Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan serta kesejahteraan para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani korban pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kunjungan kerjanya ke Ruteng, Flores, politisi Partai NasDem tersebut menekankan bahwa dedikasi luar biasa yang ditunjukkan para nakes di lapangan harus diimbangi dengan jaminan kebugaran yang memadai. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pemberian insentif finansial, melainkan juga harus memastikan asupan penunjang fisik seperti vitamin agar para petugas medis tidak jatuh sakit di tengah situasi darurat.

Selain menyoroti kesejahteraan nakes, Irma juga memberikan catatan kritis terkait kesiapan fasilitas penunjang di rumah sakit, khususnya ketersediaan mesin diesel atau generator listrik cadangan. Pasokan listrik dinilai sebagai komponen krusial dalam operasional medis darurat, namun ia kerap menerima laporan mengenai banyaknya generator rumah sakit di berbagai daerah yang kondisinya rusak dan tidak memenuhi standar kelayakan.

Irma menyadari bahwa pengadaan alat pembangkit listrik tersebut berada di luar wewenang langsung Kementerian Kesehatan, terlebih dengan adanya kebijakan efisiensi transfer anggaran ke daerah yang membatasi kemampuan finansial pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia mendorong Kemenkes untuk segera berkoordinasi secara lintas kementerian guna mencari solusi bersama demi kelancaran pelayanan kesehatan pascabencana.