PARIGI MOUTONG — Menyikapi dampak kesehatan pascabencana banjir bandang yang menerjang Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak cepat menyalurkan bantuan medis. Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong, sebanyak 182 warga terdampak mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara gratis.
Aksi kemanusiaan ini terwujud atas kolaborasi erat antara RSB Parigi Moutong, BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, dan pemerintah daerah setempat. Tim medis gabungan yang terdiri atas dokter, perawat, hingga tenaga analis dikerahkan untuk memberikan serangkaian layanan, mulai dari skrining tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat, hingga konsultasi medis serta pembagian paket obat dan vitamin.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa penanganan medis pascabencana sangat krusial guna mengantisipasi penurunan kondisi fisik pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia. Ia berharap intervensi ini dapat memulihkan kebugaran warga sekaligus menekan risiko komplikasi penyakit yang sering mengintai pascabencana.
Berdasarkan hasil pemantauan medis di lapangan, petugas menemukan sejumlah gangguan kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus. Selain lonjakan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, warga banyak mengeluhkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, gangguan pencernaan atau dispepsia, nyeri otot (myalgia), hingga indikasi diare akut.
Bencana banjir bandang yang menghantam Desa Avolua pada Rabu (26/8/2026) lalu tidak hanya merusak puluhan tempat tinggal, tetapi juga sempat melumpuhkan urat nadi transportasi di Jalan Trans Sulawesi. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 32 jiwa dari 10 kepala keluarga hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian darurat yang disiapkan oleh PMI dan Kementerian Sosial.