Bank Indonesia (BI) sukses menyelenggarakan pameran tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20-23 Agustus 2026. Mengusung tema "Beudaya Meusare-sare" yang berarti "Berdaya, Bersama-sama", ajang ini memperkuat komitmen BI dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanah air agar lebih mandiri, berdaya saing global, dan ramah terhadap ekosistem berkelanjutan.

Sepanjang empat hari pelaksanaan, KKI 2026 berhasil membukukan nilai temu bisnis (business matching) yang fantastis mencapai Rp454,9 miliar. Angka tersebut mencakup komitmen ekspor senilai Rp169,9 miliar dari 192 UMKM dengan pembeli mancanegara asal 16 negara, serta kesepakatan pembiayaan senilai Rp285 miliar yang melonjak 30,3% dibanding rata-rata tiga tahun terakhir. Sinergi ini terwujud berkat kolaborasi erat BI dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis.

Total penjualan produk UMKM dalam gelaran kali ini menyentuh Rp177,21 miliar, meningkat signifikan dibanding capaian tahun lalu sebesar Rp130,84 miliar. Penjualan secara luring (offline) menyumbang Rp57,76 miliar yang didominasi oleh wastra dan pakaian siap pakai (ready-to-wear). Sementara itu, transaksi daring (online) mencatat angka Rp119,45 miliar dengan kontributor terbesar dari sektor kuliner Nusantara serta wastra premium.

Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menekankan pentingnya UMKM sebagai pilar krusial perekonomian nasional yang menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja domestik. BI pun mendorong lembaga perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kredit produktif guna memperluas skala bisnis UMKM, mengingat pertumbuhan kredit sektor ini masih berada di kisaran 1,62%.

Bersamaan dengan momentum ini, BI meluncurkan insentif digital berupa penyesuaian tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS menjadi 0% untuk transaksi hingga Rp100.000 bagi semua kategori merchant, dan hingga Rp500.000 khusus usaha mikro. Kebijakan ini diharapkan meringankan biaya operasional pedagang kecil. Selain itu, BI juga memperkenalkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel berbasis QRIS sebagai solusi pembayaran domestik yang efisien.

KKI 2026 menempatkan Provinsi Aceh sebagai sorotan utama guna membangkitkan kembali perekonomian lokal pascabencana banjir bandang, bersanding dengan para perajin Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Kehadiran produk unggulan seperti kopi Gayo Aceh dan wastra tenun ikat NTT dengan pewarna alami sukses menarik minat pasar internasional. Hal ini dibuktikan oleh kisah sukses pelaku usaha lokal yang berhasil mengamankan kontrak ekspor dengan pembeli dari Asia hingga Eropa.