Sektor perbankan Vietnam tengah bersiap merebut kembali posisinya sebagai motor utama pasar modal seiring dengan meningkatnya optimisme pelaku industri keuangan. Berdasarkan survei terbaru dari Bank Sentral Vietnam (SBV), lebih dari 84 persen lembaga kredit memproyeksikan pertumbuhan kinerja bisnis yang positif pada kuartal ketiga serta menunjukkan prospek cerah hingga tahun 2026. Tren ini diharapkan dapat membangkitkan kembali gairah investasi pada saham-saham perbankan yang sering dijuluki sebagai "raja" di bursa saham.
Daya tarik sektor keuangan Vietnam bagi investor global, khususnya dari Korea Selatan dan Thailand, diprediksi akan semakin kuat menjelang akhir tahun. Dr. Ho Quoc Tuan, Dosen Senior di Universitas Bristol, Inggris, menjelaskan bahwa sektor teknologi dan keuangan tetap menjadi primadona dalam alokasi modal global. Pemulihan likuiditas pasar ini juga didorong oleh kesiapan pasar saham Vietnam untuk naik kelas ke status pasar berkembang (emerging market) berdasarkan standar indeks FTSE dan MSCI.
Langkah strategis transisi pencatatan saham ke Bursa Efek Kota Ho Chi Minh (HoSE) terus dikebut oleh sejumlah bank guna meningkatkan transparansi dan akses modal. Salah satunya adalah Vietnam Commercial Trust Bank (Vietbank) yang resmi memperdagangkan 1,08 miliar saham berkode VBB dengan harga referensi awal 13.300 VND per saham. Langkah serupa segera diikuti oleh Ban Viet Commercial Joint Stock Bank (BVBank) yang bersiap mencatatkan lebih dari 640,8 juta saham berkode BVB pada akhir Juli.
Dari sisi valuasi, koreksi pasar saat ini justru dinilai menjadi momentum masuk yang menarik bagi investor. Do Minh Trang, Direktur Analisis ACB Securities (ACBS), mengungkapkan bahwa rasio P/E dan P/B mayoritas saham perbankan berada pada tingkat yang cukup murah secara historis. Dengan proyeksi pertumbuhan laba industri berkisar antara 10 hingga 15 persen, saham sektor finansial menawarkan potensi pemulihan yang didukung oleh kualitas aset yang terjaga serta pengelolaan kredit macet yang efektif.
Selain faktor profitabilitas, dinamika pertumbuhan perbankan Vietnam juga didorong oleh pergeseran struktur kredit ke arah pembiayaan jangka menengah dan panjang. Kebijakan ini selaras dengan fokus pemerintah dalam mendanai proyek-proyek infrastruktur strategis demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.