Pemerintah Kota Ambon kini tengah memfokuskan strategi pada penguatan tata kelola organisasi cabang olahraga pencak silat. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam membina atlet usia dini serta menyusun program latihan yang lebih terukur demi membidik target besar di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon periode 2026-2030 menjadi tonggak awal dari reformasi pembinaan tersebut. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa tantangan ke depan menuntut pengurus baru untuk segera melakukan konsolidasi organisasi yang sistematis sekaligus menanamkan nilai disiplin serta sportivitas kepada para atlet.

Sebagai modal awal yang kuat, IPSI Kota Ambon memiliki rekam jejak prestasi yang cukup gemilang, termasuk status juara umum pada Pekan Olahraga Maluku 2022 serta kontribusi medali di ajang PON Bela Diri 2025. Tantangan terdekat bagi para pengurus kini adalah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Kejurkot dan Pekan Olahraga Maluku (Popmal) pada Januari 2027 mendatang.

Ketua IPSI Kota Ambon terpilih, Fenly Masawoy, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pihaknya berencana mengintegrasikan digitalisasi dalam sistem penilaian pertandingan guna memastikan objektivitas dan transparansi di setiap kompetisi lokal.

Sinergi menjadi kata kunci utama dalam upaya ini. Seluruh perguruan silat di Kota Ambon diimbau untuk menanggalkan ego sektoral dan bersatu di bawah naungan IPSI. Dengan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, KONI, dan para praktisi silat, diharapkan lahir generasi pesilat unggul yang mampu mengharumkan nama Ambon hingga ke panggung internasional.