Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) tengah merancang langkah strategis untuk mentransformasikan sektor olahraga menjadi pilar industri yang produktif. Melalui pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemprov Sumut menargetkan optimalisasi pengelolaan 146 aset olahraga guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memangkas ketergantungan terhadap APBD.

Selama ini, keterbatasan payung hukum membuat Dispora Sumut kesulitan memaksimalkan potensi ekonomi dari berbagai fasilitas olahraga yang ada. Padahal, daerah ini memiliki sejumlah infrastruktur olahraga bernilai tinggi seperti Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya Atletik, Sport Centre Sumut, hingga berbagai gedung olahraga dan fasilitas penginapan yang pemeliharaannya masih membebani kas daerah.

Kepala Dispora Sumut, M. Mahfullah Daulay, menjelaskan bahwa pembentukan BLUD dirancang agar pengelolaan aset menjadi lebih mandiri dan fleksibel. Pendapatan yang diperoleh dari hak siar, parkir, penginapan, dan sewa venue nantinya akan diputar kembali untuk biaya perawatan infrastruktur. Saat ini, pihaknya sedang merampungkan penyusunan tujuh Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai landasan hukum dengan target peluncuran pada tahun depan.

Dari total aset yang dikelola, baru lima objek yang selama ini memberikan kontribusi melalui retribusi daerah. Dengan sistem BLUD, sebanyak 146 objek potensial akan didaftarkan untuk dikelola secara komersial. Sistem ini menawarkan fleksibilitas pengelolaan anggaran, di mana Dispora dapat melakukan subsidi silang antar-aset untuk mempercepat perbaikan fasilitas yang membutuhkan penanganan segera.

Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara. Ketua KONI Sumut, Hatunggal Siregar, menilai kehadiran BLUD akan memangkas hambatan birokrasi keuangan yang selama ini kerap memperlambat pembinaan atlet maupun penyelenggaraan ajang olahraga daerah, sehingga program peningkatan prestasi olahraga di Sumatera Utara dapat berjalan lebih dinamis.