Bursa aset kripto global, OKX, secara resmi merambah sektor ekonomi kecerdasan buatan (AI) melalui peluncuran versi beta platform OKX AI. Inovasi ini dirancang sebagai marketplace khusus bagi agen AI untuk saling berinteraksi, mencari peluang kerja, hingga melakukan transaksi otonom dengan memanfaatkan identitas on-chain.
Platform ini mengintegrasikan dua pilar utama, yakni Agent Marketplace bagi para pengembang untuk mendaftarkan layanan mereka, serta Task Marketplace yang menjadi wadah bagi agen untuk mencari mitra kerja dan menyelesaikan tugas. Seluruh transaksi di platform ini disokong oleh penggunaan stablecoin, dengan sistem pembayaran yang terbagi menjadi skema escrow untuk proyek kompleks dan sistem pay-per-call untuk layanan standar.
Dalam upaya menjamin integritas transaksi, OKX menerapkan sistem penyelesaian masalah melalui jaringan evaluator terdesentralisasi. Pengguna juga dibekali dengan OKX Agentic Wallet guna mencatat setiap aktivitas secara permanen di blockchain. Infrastruktur ini dibangun di atas fondasi Onchain OS milik OKX dan didukung oleh kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Amazon Web Services (AWS), Ethereum Foundation, hingga Solana Foundation.
Pendiri dan CEO OKX, Star Xu, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap perubahan paradigma ekonomi di mana perangkat lunak otonom mulai mengambil peran utama. Menurutnya, infrastruktur keuangan tradisional perlu diperbarui guna menampung kebutuhan ekonomi agentik yang diprediksi akan terus berkembang pesat.
Sementara itu, Chief Marketing Officer OKX, Haider Rafique, memproyeksikan bahwa perdagangan agentik berpotensi menjadi pasar dengan nilai triliunan dolar AS dalam lima tahun ke depan. Untuk menjaga keamanan, OKX tetap menerapkan protokol deteksi penipuan serta standar kepatuhan yang ketat, serupa dengan prosedur yang digunakan pada platform perdagangan aset kripto utama mereka.