Pasca-penyelenggaraan Piala Dunia 2026, Pemerintah Kanada secara resmi mengumumkan alokasi investasi fantastis sebesar 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp12 triliun. Anggaran ini menjadi suntikan dana terbesar dalam sejarah perkembangan olahraga di negara tersebut, yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi atlet dan infrastruktur pasca-turnamen sepak bola terakbar tersebut.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menjelaskan bahwa kesuksesan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat dan Meksiko harus dijadikan batu loncatan bagi kebangkitan olahraga nasional, khususnya sepak bola. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen memperluas akses publik terhadap fasilitas olahraga berkualitas serta memperkuat jenjang pembinaan atlet muda dari tingkat akar rumput hingga prestasi internasional.
Aliran dana masif ini nantinya akan difokuskan untuk merevitalisasi berbagai infrastruktur, mulai dari stadion utama, lapangan latihan lokal, hingga ruang terbuka publik di berbagai kota. Selain itu, proyek strategis pembangunan Canada Soccer National Training Centre juga akan direalisasikan sebagai pusat pelatihan terpadu bagi tim nasional sepak bola Kanada demi melahirkan talenta kelas dunia masa depan.
Keputusan investasi besar-besaran ini juga tidak lepas dari performa impresif tim nasional putra Kanada selama turnamen berlangsung. Skuad berjuluk The Canucks tersebut berhasil mencetak sejarah baru dengan menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya, diwarnai momen-momen heroik seperti trigol Jonathan David dan gol dramatis Stephen Eustáquio.
Di samping pencapaian di lapangan hijau, pesta sepak bola dunia tersebut juga memberikan stimulus ekonomi yang signifikan bagi Kanada. Kehadiran ratusan ribu suporter mancanegara di kota-kota penyelenggara seperti Vancouver dan Toronto tidak hanya membuka puluhan ribu lapangan kerja baru, tetapi juga meletakkan fondasi ekonomi jangka panjang bagi industri pariwisata dan olahraga lokal.