Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum krusial untuk menggembleng sistem pembinaan olahraga nasional, khususnya pencak silat. Sebagai seni bela diri asli Nusantara, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai warisan kebudayaan, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan pencapaian prestasi tinggi yang harus dipupuk secara konsisten.

Bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), elemen olahraga memiliki kedudukan penting karena terintegrasi langsung dalam Panca Dasar pendidikan ke-SH-an. Pembinaan di lingkungan PSHT dirancang secara terstruktur dan terukur, meliputi latihan fisik, pemantapan teknik dasar, penguasaan jurus, hingga metode simulasi tanding atau yang populer dengan istilah sambung.

Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., menegaskan pentingnya kontinuitas latihan dan pengembangan prestasi agar pesilat Indonesia siap bersaing di kancah dunia. Ia menyampaikan aspirasi besar agar pencak silat makin dikenal luas di panggung internasional hingga kelak dapat dipertandingkan di ajang multievent tertinggi, yakni Olimpiade.

Langkah konkret penataan ini makin solid dengan masuknya 27 kader PSHT dalam jajaran kepengurusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030. Sinergi ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam penyusunan strategi pengembangan dan peningkatan kualitas pencak silat secara nasional.

Melalui semangat Haornas 2026, PSHT terus berkomitmen menyelaraskan latihan fisik dan kedisiplinan dengan nilai-nilai kedasaran organisasi. Harapannya, pola pembinaan yang terarah ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga membawa kejayaan bagi bangsa Indonesia di tingkat global.