Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) olahan pangan di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, kini tengah diarahkan untuk meningkatkan kelas produk mereka agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Langkah strategis ini direalisasikan melalui modernisasi kemasan (packaging), penguatan branding, digitalisasi pemasaran, serta penerapan konsep ekonomi sirkular dalam proses produksi.
Upaya peningkatan mutu dan manajemen usaha ini diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis kewirausahaan (PM-UPUD) Program Multitahun. Ketua Tim Pengabdian sekaligus akademisi dari Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., menekankan pentingnya kesan pertama produk di mata konsumen yang sangat dipengaruhi oleh kemasan dan konsistensi mutu.
Menurut Suriati, transformasi digital dan standarisasi pengemasan merupakan kunci krusial bagi UMKM perdesaan untuk bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dengan kemasan yang kedap udara dan higienis, produk tidak hanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi, tetapi juga masa kedaluwarsa yang lebih lama sehingga memberikan jaminan keamanan bagi para konsumen. Selain itu, para pelaku usaha juga dibekali keterampilan mengelola akun niaga elektronik (e-commerce) secara mandiri guna memperluas jangkauan pasar.
Untuk menunjang produktivitas, tim pengabdian menyerahkan bantuan mesin pengemas otomatis jenis Continuous Band Sealer kepada kelompok mitra. Teknologi ini memungkinkan proses penyegelan kemasan plastik berjalan lebih cepat, rapi, dan memenuhi standar industri modern, menggantikan metode konvensional yang selama ini digunakan.
Menariknya, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir produk, tetapi juga mengedukasi pelaku usaha untuk mengelola limbah sisa produksi. Melalui pendekatan konsep ekonomi sirkular dan zero waste, sisa bahan baku diolah kembali menjadi pakan ternak. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi biaya operasional sekaligus menciptakan nilai ekonomis baru dari bahan yang sebelumnya terbuang sia-sia.
Suriati menegaskan bahwa pendampingan yang berkelanjutan memegang peranan vital agar adopsi teknologi baru ini dapat diterapkan secara konsisten oleh masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Wanagiri.