Pemerintah Desa Ciawijapura bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Kelompok 26 menginisiasi langkah modernisasi sektor pertanian lokal. Melalui kolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat, mereka memperkenalkan teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela) yang terintegrasi dengan program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di kawasan persawahan desa setempat.
Inovasi ini dirancang untuk merombak metode penanaman padi konvensional menjadi sistem pertanian presisi. Melalui penerapan PM-AAS dan alat Tabela, para petani diharapkan mampu memangkas biaya operasional penanaman secara signifikan, mengefektifkan waktu kerja, serta mengatur kerapatan populasi tanaman demi mendongkrak produktivitas panen secara optimal.
Ketua KKN UGJ Kelompok 26, Noval, menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai solusi atas tingginya biaya produksi dan keterbatasan tenaga kerja yang sering dikeluhkan petani. Merespons hal tersebut, perwakilan BPP, Ading, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara dunia akademis dan praktisi lapangan sangat dibutuhkan guna mempercepat transfer teknologi tepat guna di tingkat pedesaan.
Apresiasi serupa juga datang dari Ketua Kelompok Tani Desa Ciawijapura, Tarsipan, yang mengakui efisiensi alat Tabela dalam menekan biaya tanam. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UGJ, Deden, mengingatkan bahwa keberhasilan teknologi ini harus diimbangi dengan pendampingan ketat, khususnya pada sektor Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (POPT) agar benih dapat tumbuh secara maksimal.
Sekretaris Desa Ciawijapura, Andri Perdiana, berharap alih teknologi ini tidak berhenti pada masa KKN saja, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh kelompok tani. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi pilar kokoh dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di Desa Ciawijapura secara jangka panjang.