Kabupaten Pasuruan kini tengah diarahkan menuju modernisasi pertanian guna meminimalkan kerugian hasil panen. Langkah nyata ini diinisiasi oleh tim akademisi dari Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur melalui kegiatan edukasi teknologi tepat guna berupa pemanfaatan mesin pemipil jagung kepada kelompok tani setempat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin langsung oleh Dr. Allif Rosyidy Hilmi, S.Si., M.Si., dengan didampingi rekan sejawatnya, Primasari Cahya Wardhani dan Aprilia Dewi Ardiyanti, serta melibatkan dua mahasiswa, Elangga Setio Mangkurizki dan Erlinda Rindi. Program ini bertujuan membekali para petani dengan pemahaman praktis agar proses pascapanen berjalan lebih cepat dan menghasilkan bulir jagung berkualitas tinggi.

Dalam sosialisasi tersebut, tim pengabdi menyoroti tantangan klasik petani yang masih bergantung pada metode pemipilan manual atau jasa keliling. Metode tradisional ini dinilai memakan waktu lama, berbiaya tinggi, dan rentan merusak kualitas hasil panen. Sebagai solusinya, mesin pemipil jagung diperkenalkan untuk memisahkan biji dari tongkol dalam kapasitas besar dalam waktu singkat sekaligus meminimalkan penyusutan hasil panen.

Tidak hanya mengenalkan alat, para petani juga diberikan pelatihan teknis mengenai perawatan preventif mesin agar memiliki masa pakai yang panjang. Edukasi ini mencakup prosedur pengecekan mesin sebelum dioperasikan, pembersihan sisa-sisa pemipilan, pelumasan berkala pada komponen yang bergerak, hingga metode penyimpanan yang aman dari kelembapan untuk mencegah timbulnya karat.

Sisi lain yang tidak kalah penting dalam kegiatan ini adalah pengenalan manajemen usaha tani melalui pembukuan sederhana. Petani yang biasanya hanya mengandalkan ingatan kini diajarkan mencatat setiap detail aktivitas pertanian mereka pada buku saku, mulai dari tanggal panen, luas lahan, volume produksi, rincian biaya operasional, hingga margin keuntungan bersih yang diperoleh.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Allif Rosyidy Hilmi, menegaskan bahwa penerapan teknologi mekanisasi pertanian harus diimbangi dengan kemampuan manajemen yang baik agar dampaknya optimal. Dengan adanya pencatatan berkala, petani dapat memantau produktivitas lahan secara objektif, mengevaluasi efisiensi biaya, menentukan momentum penjualan terbaik, dan merancang perencanaan musim tanam berikutnya dengan basis data yang akurat.

Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari para petani yang aktif berdiskusi mengenai kendala lapangan dan fluktuasi harga jual. Melalui transfer teknologi dan pengetahuan ini, UPN Veteran Jawa Timur berkomitmen memperkuat daya saing sektor pertanian lokal sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan kemitraan global.