Era baru digitalisasi mulai merambah sektor pengolahan kelapa sawit. Integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini diimplementasikan dalam alur pengolahan tandan buah segar (TBS) guna mendongkrak efisiensi operasional sekaligus meminimalisasi potensi kehilangan hasil minyak.
Salah satu pelopor otomatisasi ini adalah AIREI Sdn Bhd yang mengoperasikan pabrik sawit berbasis AI di Teluk Intan, Perak, Malaysia. Fasilitas generasi kedua tersebut memiliki kapasitas pengolahan mencapai 60 ton TBS per jam, meningkat signifikan dibandingkan pabrik pertama yang berkapasitas 45 ton per jam.
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer AIREI, Surendran Kuranadan, menjelaskan bahwa sistem AI dikembangkan untuk memantau alur produksi secara menyeluruh. Teknologi ini sanggup mendeteksi penyimpangan prosedur secara terukur, melacak sumber masalah teknis, serta memastikan seluruh tahapan pengolahan konsisten sesuai parameter standar.
Selain mampu menjaga mutu operasional, pemanfaatan kecerdasan buatan ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi sumber daya manusia. Dalam kurun waktu satu bulan pertama pascapenerapan, tingkat ketergantungan pabrik terhadap penggunaan operator asing tercatat berhasil dipangkas hingga 20 persen.
Keberhasilan transformasi digital di Malaysia ini diproyeksikan menjadi pijakan utama untuk perluasan teknologi ke negara produsen sawit lainnya. Indonesia dan Thailand dinilai menjadi dua pasar potensial di Asia Tenggara yang siap mengadopsi teknologi AI guna memperkuat daya saing industri kelapa sawit regional.