Dalam upaya menjaga eksistensi warisan budaya lokal dari gerusan zaman, tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) menginisiasi program pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional. Melalui model inovatif bertajuk "Teras Bermain", program ini diintegrasikan ke dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama mahasiswa Departemen Pendidikan Olahraga pada awal Agustus 2026 lalu.
Kegiatan pengabdian yang mengusung tema "Bugar Jiwaku, Lestari Budayaku" ini dipimpin oleh Mardepi Saputra, M.Pd., dengan beranggotakan Dr. Alim Harun Pamungkas, S.Pd., M.P., dan Samuel Martin Perdana, M.Tr.Td. Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengadopsi permainan tradisional sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembekalan teoretis melalui lokakarya di Ruang Sidang Lantai II Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP. Pada sesi ini, para mahasiswa mendalami nilai filosofis, sejarah, serta manfaat fisik dan psikologis dari berbagai olahraga tradisional sebelum mereka menerapkannya secara langsung di tengah masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan Festival Permainan Rakyat yang digelar meriah di Lapangan Utama Kantor Gubernur Sumatera Barat. Berbagai permainan khas daerah seperti tangkelek, egrang batok kelapa, pacu upiah, pacah piriang, gasiang, hingga cakbur dimainkan kembali secara komunal. Festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan publik, tetapi juga laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk merancang metode pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Ketua Pelaksana, Mardepi Saputra, berharap model "Teras Bermain" ini dapat terus diterapkan secara berkelanjutan di lembaga pendidikan formal. Program ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin keempat, khususnya dalam mempromosikan apresiasi terhadap keragaman budaya untuk pembangunan berkelanjutan.