Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, secara resmi melepas misi kemanusiaan untuk membantu penanganan pascabencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 45 personel gabungan yang terdiri atas tenaga kesehatan, petugas penanggulangan bencana, dan relawan dikirim langsung menuju lokasi terdampak.

Tim tanggap darurat ini diperkuat oleh 19 tenaga medis, 11 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, serta 15 anggota Indonesia Off-Road Federation (IOF). Selain mengerahkan personel ahli, Pemkot Bima juga menyalurkan bantuan logistik krusial berupa 50 ton beras, obat-obatan, kebutuhan sandang pangan, serta donasi dana yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat, aparatur sipil negara, dan dunia usaha.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, melepas keberangkatan tim relawan ini dari halaman Kantor Wali Kota Bima. Rombongan dijadwalkan menempuh jalur darat dan menyeberang melalui Pelabuhan Sape demi memastikan bantuan logistik dapat didistribusikan langsung ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Dalam arahannya, Rahman menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri di tengah kondisi medan pascabencana yang dinamis. Ia mengingatkan para relawan untuk bekerja dengan penuh empati, menjaga koordinasi erat dengan otoritas setempat, dan memastikan seluruh amanah bantuan dari warga Kota Bima tersalurkan dengan tepat sasaran.