Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) secara resmi memanggil pulang Nova Widianto untuk menjabat sebagai Kepala Pelatih sektor ganda campuran di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Keputusan strategis ini diambil guna mendongkrak kembali prestasi sektor ganda campuran Indonesia di panggung internasional. Nova sebelumnya pernah mengisi posisi serupa pada tahun 2021 sebelum melatih di luar negeri.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyatakan keyakinan penuh atas penunjukan ini. Menurutnya, rekam jejak mentereng Nova, baik saat aktif bermain maupun ketika meracik strategi sebagai pelatih, menjadi modal krusial untuk memulihkan daya saing para atlet pelatnas. Eng Hian berharap kehadiran Nova mampu mengembuskan semangat baru dan mempertajam performa ganda campuran Indonesia.

Profil Nova Widianto di dunia tepok bulu memang tidak perlu diragukan lagi. Saat aktif sebagai pemain, ia merupakan salah satu pilar ganda campuran terbaik tanah air. Berpasangan dengan Liliyana Natsir, legenda bulutangkis ini sukses mengamankan takhta juara dunia pada edisi 2005 dan 2007, serta menyabet medali perak pada Olimpiade Beijing 2008.

Reputasi kepelatihan Nova juga diakui secara global. Sebelum kembali ke Cipayung, ia menorehkan tinta emas dengan mengantarkan ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, merengkuh gelar juara dunia pada tahun 2024. Prestasi bersejarah tersebut mengukuhkan dirinya sebagai pelatih pertama yang membawa sektor ganda campuran Malaysia ke podium tertinggi kejuaraan dunia.

Dengan kembalinya Nova Widianto ke jajaran kepelatihan nasional, PBSI menargetkan akselerasi regenerasi atlet serta optimalisasi pembinaan. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan posisi Indonesia sebagai kekuatan dominan yang disegani dalam peta persaingan bulutangkis dunia.