Ketersediaan infrastruktur olahraga di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai masih jauh dari kata ideal. Minimnya sarana yang memadai menjadi hambatan utama dalam mendukung pembinaan atlet maupun upaya memasyarakatkan budaya hidup sehat di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kaltara, Bustan, mengungkapkan keprihatinannya setelah meninjau sejumlah fasilitas yang digunakan dalam perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, kondisi fasilitas yang ada saat ini masih sangat terbatas dan memerlukan perhatian serius dari berbagai tingkatan pemerintahan.

Bustan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan sarana olahraga tidak bisa hanya dibebankan kepada anggaran pemerintah daerah semata. Ia mendorong adanya kolaborasi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota dengan melibatkan sektor swasta. Sektor bisnis seperti perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan diharapkan dapat berkontribusi melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membangun fasilitas olahraga bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Bustan menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur ini akan diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang nantinya diturunkan menjadi Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD). Rencana induk ini diharapkan mampu menjadi peta jalan bagi pembangunan sarana yang lebih terencana dan terukur kualitasnya, seperti penyediaan kolam renang dan lapangan bulu tangkis yang lebih layak.

Sinergi seluruh pemangku kepentingan dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang lebih baik di Kaltara. Dengan dukungan fasilitas yang representatif, pemerintah optimis pembinaan prestasi atlet di daerah dapat berjalan lebih optimal serta meningkatkan antusiasme masyarakat dalam berolahraga secara rutin.