Sektor bisnis Vietnam menunjukkan dinamika yang kontradiktif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Meski mencatatkan pertumbuhan jumlah unit usaha baru sebesar 11,2%, tantangan internal dan eksternal tetap membayangi keberlangsungan banyak perusahaan. Data dari Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI) mengungkapkan bahwa di balik lonjakan pendaftaran bisnis, terdapat angka penutupan usaha yang juga meningkat secara signifikan, yakni mencapai 18,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Kepala Departemen Hukum VCCI, Pham Ngoc Thach, menyoroti rendahnya minat pelaku usaha dalam melakukan inovasi. Berdasarkan survei terbaru, hanya 7,5% bisnis yang menerapkan inovasi operasional, jauh di bawah rata-rata global sebesar 28%. Salah satu faktor pemicu utamanya adalah minimnya investasi di sektor penelitian dan pengembangan (R&D) yang hanya mencapai 3,9%, angka yang sangat rendah bahkan bagi perusahaan skala menengah dan besar sekalipun.
Ketergantungan pada model bisnis tradisional tanpa adanya kolaborasi strategis dengan institusi riset atau universitas memperlemah daya saing perusahaan lokal. Tanpa fondasi teknologi yang kuat, upaya peningkatan produktivitas menjadi tantangan yang sulit diwujudkan dalam jangka panjang, terutama di tengah fluktuasi pasar global yang tidak menentu.
Selain masalah inovasi, ketidakpastian kebijakan hukum dalam negeri menjadi hambatan serius lainnya. VCCI mencatat adanya tumpang tindih regulasi dan biaya kepatuhan yang tinggi, yang membuat dunia usaha sulit merancang rencana bisnis jangka panjang. Sebanyak 24,3% perusahaan mengakui bahwa volatilitas kebijakan merupakan tantangan terbesar yang mereka hadapi saat ini.
Sebagai solusi, VCCI menekankan pentingnya reformasi kelembagaan yang lebih berkualitas. Pemerintah didesak untuk tidak sekadar memperbarui aturan, tetapi memastikan kebijakan tersebut memiliki dampak nyata yang dapat diukur bagi pertumbuhan dunia usaha. Diperlukan langkah proaktif dari regulator dalam memberikan sistem peringatan dini pasar guna menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah dinamika ekonomi global.