SAWAHLUNTO — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi membuka Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo se-Sumatera Tahun 2026 di Lapangan Futsal Bengkel Utama PT Bukit Asam, Kota Sawahlunto, Rabu (24/6/2026).

Ajang yang memperebutkan Piala Ketua Umum PB PERKEMI tersebut diikuti 427 atlet. Selain itu, sekitar 80 pelatih dan ofisial dari berbagai Pengurus Provinsi PERKEMI di Pulau Sumatera turut hadir mendampingi kontingen masing-masing.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala regional maupun nasional tidak hanya penting sebagai ruang kompetisi. Menurutnya, kejuaraan semacam ini juga memiliki nilai strategis karena mampu memberi dorongan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tuan rumah.

Ia menilai, kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dapat menciptakan efek berganda bagi berbagai sektor, mulai dari jasa transportasi, akomodasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Selain sebagai ajang kompetisi dan pembinaan bagi para atlet, iven ini juga membawa multiplier effect bagi daerah dan masyarakat. Oleh karena itu, kita melihat ini sebagai sebuah kegiatan strategis,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya pembinaan olahraga secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Ia menyebut prestasi olahraga perlu ditopang oleh pembentukan karakter, disiplin, dan daya saing generasi muda.

Menurutnya, olahraga bukan semata soal perolehan medali, tetapi juga wahana untuk melahirkan pribadi tangguh, sportif, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, turut mengapresiasi pelaksanaan Kejurnaswil Shorinji Kempo di daerahnya. Ia menyebut kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan olahraga sekaligus mempromosikan Sawahlunto sebagai salah satu destinasi sport tourism di Sumatera Barat.

Riyanda mengatakan, kedatangan ratusan peserta dan pendamping memberi dampak nyata terhadap perputaran ekonomi lokal. Penginapan, hotel, homestay, pelaku kuliner, hingga UMKM disebut berpotensi merasakan manfaat langsung dari penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

“Kalau peserta kita asumsikan sekitar 500 orang saja, maka itu akan membuat penginapan, homestay, hotel, hingga fasilitas lain ikut bergerak. Ini tentu memberi ruang pertumbuhan bagi UMKM,” kata Riyanda.

Pemerintah daerah berharap penyelenggaraan Kejurnaswil Shorinji Kempo se-Sumatera ini tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga berskala besar.