Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pencapaian cabang olahraga (cabor) yang berangkat secara mandiri ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan dijadikan Indikator Kinerja Utama atau Key Performance Indicator (KPI). Evaluasi ini bakal menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menentukan keberlanjutan dukungan fasilitas negara di masa mendatang.

Saat ini, terdapat tiga cabang olahraga dalam kontingen Indonesia yang berlaga melalui skema pendanaan mandiri, yaitu tinju, anggar, dan tenis meja. Pembiayaan ketiga cabor tersebut bersumber dari kas federasi masing-masing serta dukungan dari mitra sponsor. Erick mengakui bahwa regulasi saat ini memang belum menjamin pemberian bonus bagi atlet cabor mandiri yang berprestasi, namun pencapaian mereka akan sangat memengaruhi kebijakan pembinaan ke depan.

Pemerintah kini menerapkan paradigma baru dalam pengelolaan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Pelatnas tidak lagi diposisikan sebagai wadah rutinitas tanpa evaluasi, melainkan sebuah program strategis yang berjalan dengan target kinerja yang ketat dan terukur dari setiap federasi olahraga.

Pada Asian Games mendatang, Indonesia menargetkan perolehan empat medali emas. Target ini disesuaikan setelah tiga nomor unggulan Merah Putih tidak dipertandingkan pada edisi kali ini. Secara keseluruhan, Indonesia mengirimkan delegasi yang terdiri dari 432 atlet dan 148 ofisial untuk bersaing dalam 35 cabang olahraga.