Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi di Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada modernisasi teknologi dan pembaruan regulasi. Menurutnya, aspek fundamental seperti karakter, pengalaman, serta keteladanan dari para aparatur sipil negara (ASN) terdahulu memegang peranan yang sangat krusial dalam membangun pemerintahan yang bersih dan melayani.

Pernyataan tersebut disampaikan Rini saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XV sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Jakarta. Ia menekankan bahwa fondasi pemerintahan yang kokoh saat ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras para pensiunan ASN yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Rini menjelaskan bahwa meskipun para abdi negara tersebut telah memasuki masa purnabakti, gagasan, kebijaksanaan, dan integritas mereka tetap menjadi aset bangsa yang sangat berharga. Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat terus diwariskan untuk menginspirasi dan membimbing generasi ASN muda dalam melanjutkan roda pemerintahan.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, ia menilai anggota PWRI sebagai contoh nyata purnabakti yang sukses menjalankan fungsi ASN secara optimal. Ia menitipkan pesan agar PWRI terus menjaga nilai pengabdian, bertindak sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan, serta menjaga persatuan bangsa demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar PWRI, Setyanto P. Santosa, menyambut baik arahan tersebut dengan menegaskan komitmen organisasi untuk melebur sekat antar-instansi demi mempererat rasa persaudaraan dan gotong royong demi kepentingan nasional.