Pameran berskala internasional, Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (12/8/2026), ajang berkonsep Business-to-Business (B2B) ini memamerkan inovasi terkini di bidang mitigasi bencana, penyelamatan darurat, dan sistem keselamatan terpadu.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, secara resmi membuka pergelaran yang diikuti oleh lebih dari 80 perusahaan domestik dan mancanegara ini. Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara, termasuk Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta Kepala BNPB Suharyanto.
Dalam pidato pembukaannya, Menko PMK menekankan pentingnya respons cepat dalam menindaklanjuti peringatan dini bencana. Mengingat Indonesia menghadapi hampir 5.000 bencana setiap tahunnya, ia mengimbau agar data dari teknologi mutakhir tidak hanya berhenti di pusat komando, melainkan langsung diterjemahkan menjadi aksi nyata penyelamatan warga di lapangan.
Lebih lanjut, Pratikno menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat unggulan (Center of Excellence) teknologi kebencanaan global. Pemerintah mendorong kemandirian industri dalam negeri sembari membuka peluang lebar bagi mitra internasional untuk berkolaborasi melalui transfer teknologi, riset bersama, dan investasi langsung.
Senada dengan visi tersebut, Vice President Shanghai International Exhibition (Group) Co. Ltd (SIEC) – CPIT Shanghai, Fiona Bai, menyatakan bahwa kolaborasi lintas negara sangat krusial dalam memperkuat ketahanan kawasan. Pihaknya berkomitmen untuk membagikan solusi darurat berbasis digital dan ramah lingkungan demi memperkuat kapasitas mitigasi di Asia Tenggara.
Selain memamerkan alat-alat canggih, CEO Seven Event, Andy Wismarsyah, menjelaskan bahwa pameran ini menyuguhkan 10 program strategis, termasuk lokakarya resusitasi jantung paru (RPR), forum keselamatan maritim, hingga temu bisnis (business matching). Rangkaian kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional dan membangun jejaring kemitraan yang responsif terhadap risiko bencana.