Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, angkat bicara menanggapi kritik masyarakat di media sosial mengenai penempatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dinilai kurang lazim. Beberapa warganet sebelumnya menyoroti sejumlah unit koperasi yang didirikan di area pegunungan serta lokasinya yang saling berdekatan.
Menurut Zulkifli, letak geografis bangunan bukanlah persoalan mendasar. Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Penjelasan ini disampaikannya saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar pada Selasa (4/8/2026).
Pemerintah menargetkan setiap desa di Indonesia memiliki unit koperasi sendiri. Melalui wadah ini, masyarakat desa diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap permodalan, sarana produksi, serta jaringan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah. Sebaliknya, infrastruktur ini juga memudahkan pemerintah dalam menyalurkan berbagai program bantuan secara tepat sasaran.
Zulkifli menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih sepenuhnya merupakan aset milik desa, bukan milik perorangan atau kelompok tertentu. Pembangunannya diinisiasi oleh pemerintah melalui Agrinas, dengan dukungan anggaran dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).
Target pembangunan fisik koperasi ini direncanakan selesai sebanyak 35.872 unit pada Agustus 2026. Sementara untuk mencapai target total sekitar 80.000 unit, proses pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya. Demi mempercepat realisasi proyek tersebut, pemerintah turut menggandeng TNI dalam proses konstruksi di lapangan.