Olahraga lari tidak selamanya harus dilakukan dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan hasil optimal bagi tubuh. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini menekankan pentingnya menjaga intensitas latihan, salah satunya melalui metode lari di zona 2 yang dinilai sangat efektif menjaga kesehatan jangka panjang.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Menkes menjelaskan bahwa aktivitas lari di zona 2 dapat memicu peningkatan kapasitas VO2 Max. Indikator ini merujuk pada volume maksimal oksigen yang dapat diproses oleh tubuh saat berolahraga, yang juga diidentifikasi sebagai salah satu tolok ukur penting untuk penuaan yang sehat dan umur panjang (longevity).

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, masyarakat dianjurkan berolahraga lari dengan durasi minimal 30 hingga 45 menit per sesi. Latihan ini sebaiknya konsisten diterapkan sebanyak tiga sampai lima kali dalam satu minggu dengan ritme yang stabil sehingga napas dan detak jantung tetap terkontrol dengan baik.

Lebih lanjut, Menkes menerangkan bahwa nilai ideal VO2 Max bersifat personal karena dipengaruhi oleh variabel usia, berat badan, serta performa fisik saat berada di zona 2. Sebagai gambaran, ia mencontohkan bahwa skor VO2 Max di angka 40 sudah tergolong sangat baik (excellent) untuk kelompok usianya yang kini menginjak 62 tahun, sedangkan generasi yang lebih muda disarankan membidik target skor yang lebih tinggi.