Sebuah kolaborasi riset arkeologi berhasil memetakan evolusi teknologi pembuatan alat batu di Sulawesi Selatan yang membentang sepanjang 40.000 tahun. Penelitian yang berpusat di situs prasejarah Leang Panninge, Kabupaten Maros, ini membuktikan bahwa kebudayaan Toalean yang khas tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh secara bertahap dari tradisi lokal sejak zaman Pleistosen Akhir.

Hasil studi penting ini telah dipublikasikan secara internasional dalam jurnal ilmiah bereputasi Archaeological and Anthropological Science. Riset ini merupakan buah kerja keras lintas lembaga yang melibatkan Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Sulawesi Selatan, serta organisasi mitra arkeologi lainnya.

Melalui pemeriksaan mendalam terhadap artefak batu yang berasal dari lapisan tanah berumur 40.000 hingga 3.500 tahun lalu, tim peneliti menemukan adanya fase perkembangan yang sistematis. Pada periode awal, manusia purba di wilayah tersebut memproduksi serpihan batu sederhana untuk kebutuhan praktis langsung. Menariknya, mereka juga telah menerapkan teknik reduksi batu tertentu, termasuk metode bipolar yang diperkirakan berhubungan dengan pengolahan oker untuk bahan lukisan dinding gua.

Memasuki kurun waktu sekitar 8.000 tahun yang lalu, inovasi teknologi ini melahirkan artefak ikonik yang dikenal sebagai "Maros Point", penanda utama kebudayaan Toalean. Pola pembuatan alat batu kemudian bergeser menjadi lebih terstruktur pada fase Toalean Akhir, yang ditandai dengan penciptaan perkakas batu berukuran lebih kecil, seragam, dan memanfaatkan teknologi pemangkasan khusus.

Suryatman, peneliti utama dari Universitas Hasanuddin, menegaskan bahwa temuan ini membuktikan kesinambungan teknologi lokal yang sangat panjang. Senada dengan hal itu, Guru Besar Arkeologi Unhas, Prof. Akin Duli, menambahkan bahwa signifikansi Leang Panninge sangat krusial dalam menyusun kembali teka-teki sejarah dan perjalanan peradaban manusia purba di Sulawesi.