Balai Taman Nasional (BTN) Tambora secara resmi memperkenalkan gelaran 'Tambora Jungle Run 2026' di sela-sela kegiatan Car Free Day di Dompu, Minggu (5/7). Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mengangkat pamor kawasan Taman Nasional Tambora sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism yang mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai agenda tahunan berskala internasional. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Menteri Kehutanan, dr. H. Sulaiman Umar, saat peresmian Sanctuary Rusa Timor tahun lalu, guna menggairahkan kembali kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
Penyelenggaraan kegiatan ini memiliki visi multidimensi, mulai dari pelestarian ekosistem hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui acara ini, diharapkan tercipta pusat-pusat ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi wadah edukasi konservasi bagi para peserta yang hadir dari berbagai penjuru daerah.
Daya tarik utama ajang ini terletak pada kategori 'Sea to Summit' sejauh 40 kilometer. Para pelari akan ditantang menaklukkan medan ekstrem yang dimulai dari titik nol meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga mencapai ketinggian sekitar 2.000 mdpl. Selain kategori utama tersebut, tersedia pula pilihan 'Fun Trail' 5K untuk pemula dan 'Savana Trail' 10K untuk pelari tingkat menengah.
Kolaborasi yang melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Dompu, serta Geopark Tambora ini mengusung konsep Indonesia Jungle Run Series dengan segmen teknis khusus di beberapa titik lintasan. Saat ini, panitia telah membuka pendaftaran resmi bagi masyarakat yang berminat melalui situs web resmi Tambora Jungle Run maupun secara langsung di Kantor Balai Taman Nasional Tambora.