Bisnis Indonesia Group kembali menyelenggarakan ajang penghargaan tahunan Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026, sebuah gelaran prestisius yang ditujukan untuk memberikan pengakuan terhadap korporasi dan emiten yang mencatatkan kinerja luar biasa di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan. Acara puncak penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung dalam format gala dinner pada Kamis, 2 Juli 2026, di Hotel Raffles, Jakarta.
Mengusung tema "Where Growth Meets Strength", BIA 2026 memfokuskan penilaian pada konsistensi pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan yang diimbangi dengan kemampuan mengoptimalkan kekuatan bisnis serta layanan secara berkelanjutan. Ajang ini telah digelar secara rutin sejak 2002, dan dari tahun ke tahun jumlah penerima penghargaan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group, Arif Budisusilo, menegaskan bahwa BIA 2026 merupakan wujud komitmen perusahaannya dalam memberikan apresiasi kepada emiten yang secara konsisten menunjukkan performa unggul sekaligus mengedepankan prinsip transparansi dalam menjalankan aktivitas bisnis. Menurutnya, dewan juri telah menyepakati penggunaan laporan kinerja periode 2023, 2024, dan 2025 sebagai dasar penilaian.
"Kita semua tahu pada 2020 saat pandemi Covid-19, semua aktivitas masyarakat dan usaha berjalan secara terbatas. Hal itu berlangsung sampai dengan kurang lebih tiga tahun. Jadi periode 2023 menjadi tumpuan daya tahan korporasi dalam menjalankan bisnisnya," ungkap Arif dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (28/6).
Arif menambahkan bahwa dinamika di dalam maupun luar negeri turut memengaruhi perjalanan bisnis korporasi Indonesia selama tiga tahun tersebut. Transisi pemerintahan pada 2024 serta gejolak ekonomi global menjadi faktor yang menguji ketangguhan perusahaan dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Selain mengukur aspek kuantitatif berdasarkan kinerja keuangan, dewan juri juga melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek kualitatif. Kepatuhan terhadap regulasi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan profesional, serta komitmen pada bisnis berkelanjutan menjadi tolok ukur penting dalam menentukan penerima penghargaan yang kredibel.
"Tata kelola atau governance ini kami kedepankan. Oleh karena itu, selain aspek kuantitatif yang diukur, aspek kualitatif seperti kepatuhan terhadap regulasi, governance perusahaan yang baik dan profesional, menjadi tolok ukur yang nanti diuji bersama-sama oleh para juri," tegas Arif.
Rangkaian proses penjurian BIA 2026 telah dimulai sejak awal Juni dengan penetapan metodologi pemilihan dan kurasi para nominasi. Tim riset DataIndonesia, yang merupakan bagian dari Bisnis Indonesia Group, berperan dalam menyiapkan seluruh data sesuai kerangka metodologi hingga menghasilkan daftar emiten dengan skor terbaik. Dari daftar tersebut, dewan juri kemudian memilih yang paling unggul di setiap kategori.
Tidak hanya mengapresiasi korporasi, BIA 2026 juga memberikan penghargaan kepada para pemimpin perusahaan (CEO) yang berhasil menjaga dan meningkatkan performa usaha secara gemilang. Sejumlah penghargaan khusus (special awards) turut dihadirkan bagi korporasi yang memiliki keunggulan layanan khas. Menariknya, tidak sedikit dari para penerima penghargaan berasal dari kalangan milenial, menandai hadirnya generasi baru pemimpin korporasi yang kaya akan ide-ide kreatif dan inovatif.
Dewan juri BIA 2026 terdiri dari sejumlah tokoh terkemuka di bidang ekonomi dan bisnis. Raden Pardede, Senior Economist di Creco Research, bertindak selaku Ketua Dewan Juri. Ia didampingi oleh Eduardus Tandelilin, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; Lana Soelistianingsih, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; serta Arif Budisusilo selaku Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group.