Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai memberikan dampak berantai terhadap stabilitas domestik Indonesia. Ketegangan geopolitik ini tidak hanya mengancam keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik, tetapi juga membayangi ketahanan energi, postur anggaran negara, hingga daya beli masyarakat di dalam negeri.
Di sektor energi, pemerintah bergerak cepat mengantisipasi potensi tersumbatnya jalur logistik global di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah ke negara alternatif seperti Amerika Serikat dan kawasan Afrika guna menjamin pasokan BBM nasional tetap aman selama momentum Ramadan dan Lebaran.
Meski stok cadangan energi nasional saat ini diklaim aman untuk 23 hari ke depan, kenaikan harga minyak mentah dunia di atas 7 persen berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Sejumlah ekonom memperingatkan, jika harga minyak dunia menembus angka 100 dolar AS per barel, pemerintah akan dihadapkan pada dilema berat antara menaikkan harga BBM bersubsidi atau memangkas anggaran program strategis, termasuk program Makan Bergizi Gratis.
Di tingkat akar rumput, warga mulai merespons ketidakpastian ini dengan langkah-langkah pengetatan finansial. Beberapa warga di berbagai daerah dilaporkan mulai menghemat pengeluaran rumah tangga, membatasi mobilitas kendaraan, hingga mengalihkan aset investasi mereka ke dalam bentuk emas guna menjaga nilai kekayaan dari ancaman inflasi.
Merespons dinamika politik dan ekonomi yang bergejolak cepat, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan para tokoh bangsa, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Pertemuan tertutup ini dinilai para analis sebagai langkah manajemen risiko politik untuk membangun konsensus nasional dan meredam potensi guncangan sosial di dalam negeri.