Banyak orang menganggap rasa pegal dan otot kaku yang berlangsung lama setelah berolahraga sebagai hal yang lumrah. Padahal, kondisi pemulihan yang lamban ini bisa menjadi indikator bahwa proses regenerasi jaringan tubuh tidak berjalan dengan optimal. Jika dibiarkan, hal tersebut berpotensi mengganggu performa fisik dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Seraphim Medical Center, dr. Nahum, Sp.KO, menjelaskan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat secara alami memicu robekan mikroskopis pada serat otot. Proses perbaikan alami atas robekan inilah yang membuat jaringan otot baru menjadi lebih kuat. Namun, pemulihan bisa terhambat akibat sirkulasi darah yang buruk, peradangan berulang, atau kurangnya waktu bagi tubuh untuk beregenerasi.

Menurut dr. Nahum, pemulihan yang efektif harus bersifat aktif guna membantu mempercepat dan menuntaskan proses biologis tubuh. Ia menekankan bahwa kualitas pemulihan pasca-olahraga sangat dipengaruhi oleh sinergi berbagai faktor, mulai dari asupan nutrisi yang seimbang, kecukupan hidrasi, kualitas tidur yang baik, hingga kondisi kesehatan jaringan tubuh itu sendiri.

Untuk mengatasi pemulihan otot yang terhambat, dunia kedokteran olahraga kini memanfaatkan inovasi teknologi medis seperti Indiba Activ Therapy. Terapi noninvasif ini menggunakan energi radiofrekuensi dengan gelombang 448 kHz yang dirancang khusus untuk menstimulasi jaringan tubuh bagian dalam tanpa memberikan efek panas berlebih pada permukaan kulit.

Stimulasi dari terapi radiofrekuensi ini terbukti efektif dalam melancarkan aliran darah, mempercepat metabolisme sel, serta merangsang regenerasi jaringan secara optimal. Dr. Nahum menambahkan bahwa energi dari alat ini mampu menembus hingga ke lapisan terdalam seperti otot, tendon, sendi, hingga tulang untuk mendukung mekanisme penyembuhan alami tubuh.