Keinginan untuk berkontribusi nyata bagi tanah air mendorong wirausahawan muda, Tanja Winaya Wijatno, untuk terjun ke dunia bisnis. Baginya, kewirausahaan bukan sekadar mengejar keuntungan finansial semata, melainkan medium untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional langsung dari dalam negeri.
Langkah strategis ini diambil setelah Tanja melihat besarnya potensi komoditas dan sumber daya lokal yang belum dikelola secara optimal. Ia meyakini bahwa salah satu bentuk nasionalisme yang paling relevan bagi generasi muda saat ini adalah dengan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang positif bagi perekonomian masyarakat.
Menurut Tanja, wujud cinta tanah air di era modern dapat disalurkan melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan potensi daerah, serta upaya mengharumkan nama bangsa lewat karya nyata. Komitmen ini ia wujudkan dengan merangkul para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tenaga kerja muda, serta berbagai komunitas lokal untuk berkembang bersama.
Dalam menjalankan roda usahanya, Tanja mengombinasikan inovasi modern dengan kearifan lokal. Pendekatan ini terbukti mampu memberikan nilai tambah yang signifikan pada produk dan jasa yang dikembangkannya, sekaligus secara aktif menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput.
Guna memperluas dampak sosial tersebut, Tanja juga aktif menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan berbagai tokoh nasional, termasuk jajaran menteri dan pembuat kebijakan. Langkah kolaboratif ini dilakukannya untuk menyelaraskan arah bisnisnya dengan program strategis pemerintah demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.