Rivalitas sengit antara Inggris dan Argentina akan kembali tersaji dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan perebutan tiket final ini dipastikan berjalan dengan tensi tinggi mengingat sejarah panjang pertemuan kedua raksasa sepak bola dunia tersebut. Sepanjang sejarah, Inggris sedikit lebih unggul dengan mengemas enam kemenangan dari 14 pertemuan secara keseluruhan, sementara khusus di pentas Piala Dunia, Tim Tiga Singa mencatat tiga kemenangan dari lima laga kontra Tim Tango.
Ketegangan antara kedua negara telah mengakar sejak perempat final Piala Dunia 1966 di Stadion Wembley. Kala itu, Inggris menang tipis 1-0 lewat gol Geoffrey Hurst dalam laga yang diwarnai drama pengusiran kapten Argentina, Antonio Rattin. Keputusan wasit tersebut memicu kemarahan Rattin yang kemudian meremas bendera sudut lapangan bercorak Union Jack dan menduduki karpet merah kehormatan Ratu Elizabeth II. Ketegangan semakin meruncing setelah manajer Inggris kala itu, Alf Ramsey, melontarkan julukan keras yang memicu kemarahan publik Argentina.
Dua dekade berselang, tepatnya pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, Argentina sukses membalas dendam lewat kemenangan legendaris 2-1 di babak perempat final. Laga ini abadi berkat aksi Diego Maradona yang memborong dua gol kemenangan, di mana salah satunya dicetak menggunakan kepalan tangan yang kemudian dijuluki sebagai gol "Tangan Tuhan". Momen ikonik tersebut tetap membekas hingga kini sebagai salah satu kontroversi sekaligus kejeniusan terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Pertemuan dramatis berikutnya terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit melalui gol-gol dari Gabriel Batistuta, Javier Zanetti, Alan Shearer, dan aksi solo menawan Michael Owen, laga ini diwarnai kartu merah krusial bagi David Beckham akibat reaksinya menendang Diego Simeone. Inggris yang bermain dengan sepuluh orang akhirnya harus menyerah di babak adu penalti dengan skor 4-3.
David Beckham akhirnya berhasil menuntaskan misi penebusan dosanya pada fase grup Piala Dunia 2002 di Jepang. Inggris berhasil menundukkan sang rival bebuyutan dengan skor tipis 1-0 berkat eksekusi penalti dingin dari Beckham. Penalti tersebut diperoleh setelah Michael Owen dijatuhkan oleh Mauricio Pochettino di kotak terlarang—sebuah insiden yang sempat diprotes keras oleh kubu Argentina yang menganggap Owen melakukan simulasi. Kemenangan tersebut menjadi penutup manis dari rangkaian sejarah rivalitas panas mereka sebelum kembali beradu taktik di Atlanta nanti.