Ambisi Argentina untuk mempertahankan takhta juara di ajang Piala Dunia 2026 kini kembali bertumpu pada pundak sang kapten, Lionel Messi. Langkah Albiceleste dipastikan tidak akan mudah karena mereka harus menghadapi kepungan kekuatan sepak bola Eropa. Ujian pertama hadir di babak semifinal, di mana skuad asuhan Lionel Scaloni tersebut dijadwalkan bertarung sengit melawan Inggris demi merebut tiket ke partai puncak.
Statistik mencatat bahwa sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia sejak edisi 2006, pemain berjuluk La Pulga ini telah 19 kali bersua dengan representatif Benua Biru. Dari rentetan pertemuan tersebut, Messi menorehkan rekam jejak yang cukup dominan dengan mengemas 12 kemenangan, termasuk tiga kemenangan krusial yang ditentukan melalui drama adu penalti. Sementara itu, sisa laga lainnya berakhir dengan dua kali imbang dan lima kali menelan kekalahan.
Kendati memiliki persentase kemenangan yang tinggi yakni sekitar 63 persen, perjalanan megabintang legendaris ini tidak selalu berjalan mulus. Tim nasional Jerman terbukti menjadi momok paling menakutkan bagi Messi. Dalam tiga pertemuan di panggung Piala Dunia, ia tidak pernah sekalipun memetik kemenangan atas Die Mannschaft dalam waktu normal, termasuk kekalahan menyakitkan di partai final Piala Dunia 2014 silam.
Selain Jerman, Belanda dan Prancis juga kerap menyajikan perlawanan sengit yang memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan waktu atau adu penalti. Meski demikian, produktivitas Messi secara individu saat melawan tim Eropa tetap mengesankan. Pemain berusia 39 tahun tersebut telah membukukan delapan gol dan tujuh umpan matang (assist), dengan performa terbaiknya tercipta saat memborong dua gol pada laga final legendaris kontra Prancis tahun 2022.