Sistem politik Indonesia yang mensyaratkan ambang batas pencalonan presiden mendorong partai-partai politik untuk intens membangun koalisi menjelang Pemilu 2024. Fenomena ini tercermin dari tingginya atensi media massa daring dalam membedah arah koalisi demi mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan pemantauan Netray Media Monitoring terhadap 279 portal berita daring nasional selama periode 16 Mei hingga 14 Juni 2023, tercatat sebanyak 8.612 artikel yang membahas topik koalisi. Mayoritas dari pemberitaan tersebut, yakni sebanyak 7.159 artikel, berfokus langsung pada dinamika politik nasional, sementara sisanya tersebar pada isu hukum, pemerintahan, dan finansial.

Tren pemberitaan ini menunjukkan pergerakan yang dinamis setiap harinya. Puncak pemberitaan terjadi pada 12 Juni 2023 dengan 510 artikel, sedangkan intensitas terendah tercatat pada 28 Mei 2023 dengan 141 artikel. Secara umum, narasi yang dibangun media cenderung didominasi sentimen positif dengan 4.645 artikel, berbanding 2.372 artikel yang bernada negatif.

Dalam peta figur politik, bakal calon presiden Anies Baswedan menjadi sosok yang paling kerap disebut dengan 3.190 kali penyebutan. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan ini telah memenuhi syarat ambang batas parlemen, meski sosok pendampingnya sebagai calon wakil presiden masih menyisakan teka-teki.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menempati posisi kedua dengan 2.213 penyebutan. Sorotan media banyak tertuju pada penjajakan komunikasi politik antara PDIP dan Partai Demokrat yang memicu spekulasi publik. Langkah ini memunculkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai salah satu figur potensial di bursa cawapres, sekaligus menguji komitmen Demokrat di koalisi sebelumnya.

Di sisi lain, figur Prabowo Subianto berada di posisi kelima dalam pembahasan koalisi media, meskipun konsisten meraih elektabilitas tinggi di berbagai survei. Partai Gerindra sendiri terpantau masih bersikap dinamis dan belum mendeklarasikan koalisi secara definitif, termasuk dalam menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah partai lain seperti PAN.