Belakangan ini, penggunaan glycolic acid semakin populer di kalangan masyarakat sebagai solusi perawatan kulit ketiak. Meski selama ini bahan aktif dari golongan alpha hydroxy acid (AHA) tersebut lebih dikenal dalam produk perawatan wajah, fungsinya kini meluas untuk mengatasi permasalahan hiperpigmentasi hingga bau badan di area ketiak.
Dr. Martha H. Viera, seorang dokter spesialis kulit, menjelaskan bahwa keunggulan glycolic acid terletak pada ukuran molekulnya yang sangat kecil. Hal ini memungkinkan bahan tersebut meresap lebih dalam dan efektif ke permukaan kulit dibandingkan jenis asam lainnya. Proses ini bekerja dengan cara melemahkan ikatan antarsel kulit mati, yang kemudian memicu regenerasi kulit agar tampak lebih halus dan sehat.
Dari sisi klinis, perawat dermatologi Jodi LoGerfo menambahkan bahwa glycolic acid tidak berfungsi sebagai antiperspiran atau pengurang produksi keringat. Namun, tingkat keasaman (pH) yang rendah pada bahan ini mampu menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi bakteri penyebab bau badan. Selain itu, sifat eksfoliasinya membantu mengangkat lapisan sel kulit mati yang menyebabkan area ketiak terlihat gelap akibat gesekan atau bekas cukuran.
Meski menjanjikan, para ahli tetap memberikan catatan penting terkait keamanan penggunaan. Pengguna disarankan untuk memilih produk dengan konsentrasi glycolic acid di bawah 10 persen untuk pemakaian mandiri di rumah. Selain itu, aplikasi produk paling optimal dilakukan pada malam hari dalam kondisi kulit yang bersih dan kering guna meminimalkan risiko iritasi pada area yang cenderung sensitif tersebut.