Peta persaingan industri otomotif global kini telah bergeser dari sekadar performa mesin dan desain estetis menuju kecanggihan sistem keselamatan berkendara. Melalui kolaborasi dengan GAIKINDO di ajang GIIAS 2026, Bosch memamerkan terobosan teknologi keselamatan aktif yang dirancang untuk meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya secara proaktif.
Teknologi keselamatan mutakhir ini beroperasi melalui tiga tahapan terintegrasi yang dikenal dengan konsep Sense, Think, dan Act. Pada tahap awal (Sense), kendaraan memanfaatkan kamera serbaguna (Multi-Purpose Camera), sensor radar, serta sensor ultrasonik untuk memantau keberadaan objek lain, membaca marka jalan, dan mengukur jarak aman secara real-time.
Memasuki tahap kedua (Think), seluruh data yang ditangkap oleh berbagai sensor tersebut langsung dikirimkan ke sistem komputasi pusat. Perangkat lunak canggih kemudian menganalisis informasi tersebut dalam hitungan milidetik guna memprediksi potensi bahaya serta merumuskan respons terbaik untuk pengemudi.
Tahap terakhir (Act) diwujudkan melalui sistem pengereman canggih terintegrasi (Integrated Power Brake). Ketika sistem mendeteksi adanya risiko benturan yang tinggi, teknologi ini akan memberikan respons pengereman yang cepat dan akurat, bertindak layaknya refleks tambahan untuk menghentikan laju kendaraan tanpa mengabaikan kendali penuh pengemudi.
Melalui inovasi terintegrasi ini, keselamatan berkendara tidak lagi hanya berfokus pada meminimalkan dampak setelah terjadi tabrakan, melainkan mendeteksi bahaya sejak dini sebelum kecelakaan terjadi. Kendati demikian, efektivitas seluruh sistem keamanan berbasis teknologi tinggi ini tetap bergantung pada pemeliharaan rutin kendaraan secara berkala agar seluruh fungsi sensor tetap bekerja prima.