Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan berupa membran penyaring air bersih. Teknologi filtrasi ini memanfaatkan senyawa xanthone yang diekstrak dari limbah kulit manggis sebagai agen antibakteri alami.
Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) USK, Adisti Juliani, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah pertanian menjadi material berdaya guna tinggi. Selain xanthone, tim peneliti juga memodifikasi membran tersebut menggunakan polietilenglikol (PEG) untuk meningkatkan sifat hidrofilitas serta graphene oxide (GO) guna mengikat logam berat.
Sinergi bahan-bahan tersebut menghasilkan membran filter yang memiliki ketahanan tinggi terhadap penyumbatan (antifouling). Modifikasi ini dinilai sangat efektif untuk menyaring kandungan logam timbal (Pb) di dalam air, yang selama ini dikenal sebagai salah satu polutan berbahaya bagi kesehatan manusia dan ekosistem perairan.
Melalui inovasi ini, kelompok mahasiswa USK berharap dapat menyajikan solusi teknologi penyaringan air yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan. Guna menyebarluaskan edukasi mengenai teknologi ini, mereka juga aktif membagikan dokumentasi riset melalui akun Instagram @pkmre.pegostin demi menginspirasi pemanfaatan bahan lokal untuk mengatasi isu lingkungan.