Hon Hai Precision Industry Co., atau yang lebih dikenal sebagai Foxconn, kembali mencatatkan performa keuangan yang impresif. Perusahaan perakitan elektronik asal Taiwan ini melaporkan lonjakan penjualan kuartalan mencapai 40%, angka yang secara signifikan melampaui prediksi awal para analis pasar.
Kenaikan ini ditopang erat oleh tingginya permintaan perangkat keras kecerdasan buatan (AI), khususnya server yang menggunakan akselerator dari Nvidia. Foxconn kini memposisikan dirinya sebagai pilar utama dalam rantai pasok infrastruktur AI global, seiring dengan masifnya investasi dari perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta.
Meskipun terdapat berbagai perdebatan mengenai potensi kelebihan kapasitas serta tantangan dalam monetisasi teknologi AI, para pemimpin teknologi tersebut tetap berkomitmen mengalokasikan dana sekitar US$725 miliar tahun ini untuk pengembangan kecerdasan buatan. Hal ini menjadi katalis utama bagi Foxconn untuk terus memperluas kapasitas produksinya.
Pihak perusahaan menyatakan optimisme bahwa momentum pertumbuhan akan tetap berlanjut pada kuartal berjalan. Selain dukungan dari sektor AI, perusahaan juga tengah memasuki musim puncak produksi untuk produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang diproyeksikan akan semakin memperkuat posisi operasional Foxconn baik secara kuartalan maupun tahunan.