JAKARTA — Jakarta Domino Tournament 2026 Series 2 resmi bergulir dengan menarik minat besar dari para atlet dan pegiat olahraga domino dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang yang digelar Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) ini diikuti 1.024 peserta atau 512 pasangan.

Para peserta yang hadir berasal dari 20 provinsi. Turnamen tersebut menjadi seri kedua dari total tujuh rangkaian kompetisi nasional yang disiapkan PB PORDI sepanjang 2026. Sebelumnya, seri pertama telah berlangsung di Jawa Timur, sementara DKI Jakarta mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah berikutnya.

Ketua Panitia Jakarta Domino Tournament 2026 Series 2, Andi Karyawan SE, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah. Menurut dia, tingginya partisipasi menunjukkan bahwa olahraga domino terus berkembang dan mendapat tempat yang semakin luas di masyarakat.

Andi menjelaskan, PB PORDI telah merancang tujuh seri turnamen pada 2026. Setelah penyelenggaraan perdana di Surabaya dinilai berjalan baik, Pengurus Provinsi PORDI DKI Jakarta kemudian mendapat mandat untuk melaksanakan seri kedua.

Ia menyebut persiapan turnamen dilakukan secara matang agar jalannya pertandingan dapat berlangsung tertib dan optimal. Bahkan, jumlah pendaftar disebut telah melampaui kuota yang ditetapkan panitia.

“Kami sangat bersyukur. Laporan dari bagian pendaftaran menunjukkan jumlah peserta sudah melampaui target. Karena kuota telah ditetapkan 512 pasangan, kami berkomitmen tidak menambah peserta lagi sesuai kesiapan teknis yang ada,” ujar Andi dalam keterangannya, Sabtu (27/6).

Atas keterbatasan kuota tersebut, panitia juga menyampaikan permohonan maaf kepada calon peserta yang belum dapat mengikuti turnamen kali ini. Andi berharap kegiatan serupa pada kesempatan mendatang dapat menampung lebih banyak pecinta domino.

Sementara itu, Ketua Umum PB PORDI, Dr Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa Jakarta Domino Tournament 2026 Series 2 merupakan bagian dari upaya jangka panjang organisasi dalam membangun ekosistem olahraga domino yang lebih terstruktur dan kompetitif.

Menurut Andi Jamaro, rangkaian turnamen nasional ini akan terus berlanjut ke sejumlah daerah, antara lain Medan, Jawa Barat, Makassar, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Seri terakhir direncanakan berlangsung pada Desember, bertepatan dengan hari lahir organisasi serta kemungkinan agenda kongres pergantian kepengurusan.

Ia menilai jumlah 512 pasangan menjadi format ideal dalam sebuah turnamen domino berskala besar. Dengan jumlah tersebut, pertandingan dinilai dapat berjalan kompetitif, terukur, dan tetap terkendali dari sisi penyelenggaraan.

Andi Jamaro juga menyoroti perubahan posisi domino di tengah masyarakat. Ia menyebut permainan yang dahulu banyak dijumpai di ruang-ruang komunitas informal kini mulai naik kelas menjadi olahraga dengan organisasi, kompetisi, dan sistem pembinaan yang lebih resmi.

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen turut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah. Ia mengapresiasi kepercayaan PB PORDI yang memilih Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan seri kedua.

Andri menilai turnamen ini menjadi bentuk kolaborasi positif antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga dalam mendorong perkembangan domino, baik di Jakarta maupun di tingkat nasional.

Jakarta Domino Tournament 2026 Series 2 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pembinaan atlet domino sekaligus memperkuat arah pengembangan kompetisi yang lebih profesional. Kegiatan ini melibatkan PORDI DKI Jakarta, KORMI, serta mendapat dukungan Higgh Games Island (HGI) sebagai sponsor utama.