BANTUL – Sebagai langkah konkret dalam melindungi tenaga medis di garda terdepan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyelenggarakan program vaksinasi Measles-Rubella (MR) bagi puluhan dokter umum dan dokter gigi internship. Kegiatan imunisasi ini berlangsung dengan tertib di Hall Husada Kantor Dinkes Bantul pada Kamis (23/7/2026).

Program ini menyasar para dokter internship yang memulai masa bakti pada periode Mei 2026 untuk dosis pertama, serta peserta periode sebelumnya yang terjadwal menerima dosis kedua. Kebijakan ini merujuk langsung pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/1837/2026 tentang perlindungan kesehatan bagi tenaga medis baru yang bertugas di berbagai wahana kesehatan daerah.

Dokter dan dokter gigi magang dinilai memiliki risiko penularan penyakit infeksi yang sangat tinggi akibat interaksi intensif dengan pasien setiap harinya. Oleh karena itu, proteksi dini melalui vaksinasi MR diharapkan mampu menciptakan imunitas yang optimal, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran penyakit campak dan rubella secara nasional.

Proses vaksinasi dilakukan secara ketat dengan menerapkan standar operasional medis yang komprehensif. Dimulai dari tahap registrasi data, skrining kesehatan menyeluruh guna memastikan kelayakan fisik penerima vaksin, proses penyuntikan, hingga tahap observasi pascaimunisasi untuk mengantisipasi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah. Pencegahan penyakit menular melalui imunisasi aktif pada tenaga kesehatan tidak hanya melindungi para medis secara personal, tetapi juga menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat saat mengakses layanan kesehatan.