MALANG – Keprihatinan terhadap pemanfaatan tanaman herbal lokal yang belum maksimal mendorong Dr. Anitarakhmi Handaratri, ST., MT., melahirkan inovasi teknologi kesehatan yang menjanjikan. Dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tersebut sukses merekayasa kurkumin—senyawa aktif pada kunyit dan temulawak—menjadi ukuran nano guna meningkatkan efisiensi penyerapannya di dalam tubuh manusia.
Riset mendalam ini mengantarkan Anita meraih gelar doktor di bidang Teknik Kimia (Teknologi Proses) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Selama ini, konsumsi kunyit atau temulawak dengan metode perebusan dinilai kurang efektif karena kurkumin sensitif terhadap panas dan memiliki tingkat kelarutan yang rendah dalam air, sehingga sekitar 80 persen khasiatnya terbuang dari tubuh tanpa sempat diserap.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Anita memanfaatkan metode ultrasound-assisted liquid antisolvent (UALA). Melalui teknologi ini, ukuran partikel kurkumin diperkecil secara signifikan dari skala mikrometer menjadi berkisar antara 100 hingga 350 nanometer. Kombinasi gelombang ultrasonik dan pengadukan mekanis dalam proses ini efektif mencegah partikel menggumpal kembali tanpa memerlukan biaya operasional yang mahal.
Pada tahap pengembangan lebih lanjut, ia menambahkan lesitin alami sebagai bahan penyalut untuk menjaga stabilitas nanokurkumin. Hasil pengujian menunjukkan tingkat kelarutan zat aktif ini mampu bertahan hingga 84,20 persen meskipun disimpan selama sebulan dalam kondisi tingkat keasaman tubuh yang bervariasi. Menariknya, aktivitas antioksidan formulasi baru ini melonjak drastis hingga 15 kali lipat dibandingkan kurkumin biasa.
Kendati sempat menghadapi penolakan saat proses pengiriman jurnal ilmiah, kegigihan Anita akhirnya membuahkan hasil dengan diterbitkannya riset ini pada jurnal bereputasi internasional Scopus Q1 dan Q2. Ke depan, ia berharap penelitian ini dapat diimplementasikan ke skala industri untuk memproduksi suplemen kapsul atau minuman herbal fungsional siap konsumsi yang bermanfaat nyata bagi masyarakat luas.