PT Bank Aceh Syariah terus mematangkan langkah strategisnya untuk bertransformasi menjadi bank devisa. Upaya ini diakselerasi melalui pertemuan intensif dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) guna membahas kesiapan menyeluruh di berbagai sektor krusial.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung LPPI Jakarta tersebut menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penyempurnaan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi yang menopang proses bisnis perbankan internasional.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa peralihan status menjadi bank devisa merupakan pilar penting dalam transformasi korporasi. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar memperluas portofolio layanan, melainkan komitmen nyata untuk meningkatkan kapasitas dalam melayani masyarakat serta memfasilitasi dunia usaha secara lebih luas.
Fadhil menjelaskan bahwa kemitraan dengan LPPI diharapkan dapat memperkokoh kesiapan internal perseroan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh fondasi pendukung, mulai dari kepatuhan regulasi hingga operasional di lapangan, berjalan selaras dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang sehat serta berkelanjutan.
Kehadiran layanan devisa ini juga diproyeksikan membawa dampak positif bagi perekonomian Aceh secara makro. Seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan lintas batas dan investasi di wilayah tersebut, layanan ini akan mempermudah transaksi internasional sekaligus menghubungkan pelaku usaha lokal dengan pasar global.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran direksi kedua belah pihak. Dari pihak LPPI hadir Direktur Achmad Fauzi bersama Kepala Divisi Pelatihan dan Konsultasi Keuangan Syariah Hastari Andriyani. Sementara dari Bank Aceh, Fadhil Ilyas didampingi oleh Direktur Bisnis Erwin Konadi serta sejumlah pemimpin divisi terkait.