PT Bangun Banua Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya dalam menyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui target laba bersih pada tahun buku 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini kini tengah mempersiapkan sejumlah lini bisnis baru yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan pendapatan bagi pemerintah provinsi setempat.

Komitmen ekspansi tersebut dipaparkan langsung oleh Direktur Utama PT Bangun Banua, H. Afrizaldi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Afrizaldi mengungkapkan bahwa target laba bersih perusahaan yang awalnya dipatok sebesar Rp15 miliar untuk tahun 2026 berhasil dilewati dengan realisasi mencapai hampir Rp17 miliar pada pertengahan tahun berjalan.

Peningkatan laba ini berbanding lurus dengan sumbangsih dividen yang disetorkan ke kas daerah. Catatan performa menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dimulai dari setoran dividen sebesar Rp5 miliar pada tahun 2024, meningkat menjadi Rp8,1 miliar pada tahun berikutnya, dan menembus angka Rp9,1 miliar per Juni 2026.

Guna menjaga momentum pertumbuhan ini pada tahun 2027, Bangun Banua melalui anak perusahaannya, Nusa Bangun Banua, meluncurkan program prioritas berupa pengelolaan bengkel perawatan kendaraan dinas untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kalimantan Selatan. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan perputaran anggaran daerah sekaligus menghidupkan ekosistem otomotif lokal melalui kemitraan dengan bengkel spesialis UMKM.

Selain sektor otomotif, manajemen juga melakukan langkah strategis terkait aset Hotel Batung Batulis Banjarbaru yang sempat mandek. Lantaran belum menemukan investor untuk renovasi total, lahan hotel tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi kawasan olahraga padel dan kafe representatif dengan proyeksi investasi sekitar Rp5 miliar agar tetap produktif.

Tidak berhenti di situ, PT Bangun Banua juga membidik sektor kesehatan sebagai pilar bisnis baru dengan menjadi penyedia kebutuhan medis, seperti tabung oksigen dan alat kesehatan untuk rumah sakit umum daerah serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Diversifikasi ini menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang BUMD tersebut untuk memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi masyarakat dan pemerintah daerah.