Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa solid dengan bertahan di zona hijau di atas level psikologis 6.000 hingga penutupan perdagangan sesi pertama pada Kamis (16/7/2026). Indeks ditutup menguat sebesar 22,49 poin atau setara 0,37 persen ke posisi 6.064.
Berdasarkan riset pasar dari Phintraco Sekuritas, laju positif indeks kali ini disokong oleh apresiasi saham-saham di sektor bahan baku serta properti, di tengah dorongan sentimen positif dari bursa global. Sepanjang paruh pertama hari ini, IHSG dibuka pada level 6.056, sempat menyentuh batas tertinggi di 6.076, dan sempat melemah ke batas bawah di level 6.024. Aktivitas transaksi di lantai bursa berlangsung cukup dinamis, mencatat nilai transaksi akumulatif sebesar Rp7,52 triliun dengan volume perdagangan mencapai 15,46 miliar lembar saham.
Penguatan sektoral dipimpin oleh IDX Basic Materials yang menguat sebesar 1,39 persen, disusul IDX Property dengan kenaikan 1,03 persen, serta IDX Infrastructures yang terapresiasi 0,76 persen. Di sisi lain, pelemahan terjadi pada IDX Industrials sebesar 1,07 persen, menjadi salah satu sektor yang menahan laju indeks lebih tinggi.
Dari jajaran saham unggulan dalam indeks LQ45, PT Wifi Networks Indonesia Tbk (WIFI) tampil dominan sebagai top gainer dengan lonjakan signifikan sebesar 11,35 persen ke level 2.060. Lonjakan ini juga dikuti oleh PT Harta Djaya Karya Tbk (HRTA) yang naik 6,81 persen ke level 1.960, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terapresiasi 4,52 persen ke posisi 3.930. Pada indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII), saham WIFI juga memimpin penguatan bersama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang masing-masing naik 6,16 persen dan 4,38 persen.
Sebaliknya, koreksi terdalam pada LQ45 dialami oleh PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang merosot 2,46 persen ke level 595. Selain itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga melemah 1,46 persen menjadi 27.000, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang turun 1,10 persen ke posisi 1.345. Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar valuta asing menunjukkan penguatan sebesar 40 poin atau 0,22 persen, bertengger di posisi Rp18.020 per dolar AS.