Jakarta bersiap menyambut laga pramusim bergengsi antara dua raksasa sepak bola Eropa, Chelsea dan AC Milan, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 8 Agustus 2026. Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi jalannya pertandingan internasional ini guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Teuku Arlan Perkasa Lukman, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden. Tujuannya adalah memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah tepercaya bagi berbagai kompetisi olahraga berskala global. Dukungan konkret yang disiapkan meliputi kemudahan birokrasi, mulai dari izin pendaratan pesawat tim tamu di bandara, penyediaan lapangan latihan, hingga pengelolaan fasilitas penunjang di area GBK.
Selain gengsi olahraga, pemerintah optimistis perhelatan ini akan memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect). Arlan menekankan pentingnya mengubah kegiatan olahraga menjadi sumber pendapatan negara, bukan sekadar pusat pengeluaran. Kehadiran ribuan suporter dinilai akan merangsang geliat sektor pariwisata, meningkatkan okupansi perhotelan, menghidupkan pelaku UMKM, memicu aktivitas sektor transportasi, hingga membuka peluang investasi baru.
Senada dengan komitmen pemerintah, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) turut menyampaikan apresiasi tinggi. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memastikan pihaknya akan mengawal aspek teknis pertandingan secara ketat. PSSI bertanggung jawab menyediakan perangkat pertandingan, termasuk wasit berstandar internasional dan dokumen resmi, demi menjaga kualitas laga sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, CEO Ninesport, Arif Putra Wicaksono, menyebut kedatangan dua klub elite ini sebagai momentum kebangkitan sport tourism Indonesia setelah absen dari radar tur pramusim klub Eropa selama lebih dari sepuluh tahun. Ditargetkan tayang di sekitar 70 negara, laga bersejarah ini diharapkan menjadi etalase promosi Indonesia di kancah global sekaligus membuka jalan bagi kedatangan klub-klub papan atas dunia lainnya di masa mendatang.