Kylian Mbappé melayangkan kritik tajam terhadap pendekatan taktis yang diperagakan oleh tim nasional Paraguay dalam laga terakhir mereka melawan Prancis. Pertandingan yang berkesudahan 1-0 untuk keunggulan Prancis tersebut diwarnai dengan tensi tinggi akibat banyaknya pelanggaran keras yang dilakukan para pemain asuhan Gustavo Alfaro.
Mbappé menyoroti perilaku lawan yang dinilainya jauh dari semangat sportivitas, dengan menyebut adanya tindakan provokatif, sikutan, hingga tekel yang mengarah ke bagian vital seperti tulang kering. Bintang Prancis tersebut merasa heran karena di tengah permainan yang menjurus kasar, tidak ada satu pun kartu kuning yang diberikan wasit kepada para pemain Paraguay sepanjang laga.
"Mereka mengira kami hanya akan bermain dengan gaya elegan, namun kami membuktikan bahwa Prancis juga sanggup meladeni permainan fisik yang keras jika situasi menuntutnya. Kami datang untuk bermain sepak bola, namun kami juga siap untuk beradu fisik di lapangan," tegas Mbappé pasca pertandingan.
Senada dengan sang kapten, Rayan Cherki pun mengungkapkan kebingungannya terhadap kepemimpinan wasit di lapangan. Menurutnya, mustahil sebuah tim bisa melakukan hingga tiga puluh pelanggaran tanpa mendapatkan hukuman disiplin sama sekali. Kekecewaan atas insiden tersebut sempat memicu keributan kecil di akhir laga, saat para pemain Prancis merayakan kemenangan di depan skuad Paraguay sebagai bentuk pelampiasan atas tensi yang terjadi selama 90 menit.